Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Talut di sisi jembatan juga ambrol, setelah hujan deras mengguyur selama dua hari berturut-turut. Kini, warga harus mencari jalur alternatif.

"Selama dua hari ini, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pati. Akibatnya, air kiriman dari hulu menggelontor ke bawah dan merusak jembatan," ujar penduduk setempat, Joko, Selasa (17/10/2017).

Dia memperkirakan, kondisi jembatan akan semakin parah bila ada banjir bandang susulan. Karena itu, warga menutup akses tersebut supaya tidak dilewati pengguna jalan.

"Kalau biasanya menuju jalan raya atau Pasar Runting bisa ditempuh dengan jarak kurang dari satu kilometer, kini warga harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer karena harus memutar," imbuhnya.
Jalan tersebut terbilang vital bagi masyarakat. Pasalnya, jalan itu tidak hanya menghubungkan jalan desa, tetapi juga tiga kecamatan, yakni Pati, Tlogowungu, dan Gembong.Menurutnya, jalan tersebut memang sudah tidak layak, tetapi tidak kunjung diperbaiki. Informasi yang ia terima, jembatan itu akan diperbaiki pada Oktober 2017.Namun, sampai saat ini belum dilaksanakan. Dia berharap, pemerintah bisa memperbaiki jembatan tersebut karena menjadi jalur transportasi yang vital bagi masyarakat.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler