Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur
Lismanto
Rabu, 18 Oktober 2017 14:34:16
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Lima desa yang memiliki lahan tidur, antara lain Desa Kasiyan, Gadudero, Wotan dan Baturejo di Kecamatan Sukolilo, serta Desa Srikaton di Kecamatan Kayen.
Sepanjang tahun, lahan tidur tidak bisa ditanami padi. Dalam setahun, lahan tidur hanya dimanfaatkan untuk menanam palawija.
Bahkan, ada sejumlah titik yang tidak bisa ditanami apapun, baik padi maupun palawija. Lahan tidur akhirnya tidak bisa dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas pertanian di Pati.
"Di Desa Kasiyan sendiri ada sekitar 150 hektare lahan tidur. Ada yang bisa ditanami palawija sekali dalam setahun, ada pula yang tidak bisa ditanami apapun dan terbengkalai," ungkap Kepala Desa Kasiyan, Rumaji, Rabu (18/10/2017).
Dia sendiri mengaku, lahan bengkok yang ia kelola seluas 14 hektare, hanya 5,5 hektare yang produktif dan bisa ditanami padi. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa memberikan solusi terkait dengan masalah lahan tidur di kawasan Pati selatan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



