Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui kepribadian para anggota polisi, sekaligus menyeleksi setiap anggota apakah layak atau tidak memegang senjata api.

Para penguji tes tertulis psikologi didatangkan langsung dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah. "Peserta ujian psikologi ini diikuti anggota Polres Pati maupun jajaran Polsek, mulai dari  Bintara maupun Perwira," ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Baca: Bobol Apotek, Warga Kudus Ini Nyamar Jadi Tukang Becak

Sebelum memegang senjata api dalam tugasnya, anggota polisi harus lolos tes psikologi. Pasalnya, penggunaan senjata api tidak boleh sembarangan.
Selain harus melalui prosedur yang benar, anggota polisi pemegang senjata api harus memiliki psikologi yang baik. Dengan begitu, penggunaan senjata api akan dilakukan sesuai kepentingan negara."Hasil penilaian tes psikologi bisa memperlihatkan karakter masing-masing anggota, sehingga bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk penempatan tugas anggota polisi," tuturnya.Mereka yang dinyatakan lulus uji psikologi akan mendapatkan surat rekomendasi dan berhak memegang senjata api organik Polri. Dia berharap, tes psikologi tersebut bisa menyeleksi anggota polisi supaya tidak menyalahgunakan senjata api.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler