Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mohammad Safi'i, anggota Saka Wanabakti Pati yang menemukan bunga bangkai itu mengaku terkejut. Sebab, bunga tersebut tumbuh secara individu dan tidak ada bunga sejenis di lokasi lainnya.

"Waktu itu saya melakukan penelusuran hutan, dimulai dari Bumi Perkemahan Regaloh menuju alas Lamin. Saat kembali ke perkemahan, ada bunga bangkai," ujar Safi'i, Selasa (31/10/2017).

Temuan itu sempat membuat kagum anggota Saka Wanabakti lainnya. Mereka yang konsen pada kegiatan pelestarian alam itu, berharap agar bunga langka tersebut tetap lestari di kawasan hutan Regaloh maupun hutan-hutan lainnya di Pati.

Sejauh ini, sambung dia, bunga bangkai biasa ditemui di Bogor dan Sumatera. Bunga bangkai juga sudah masuk dalam kategori spesies langka.
Dia berharap, keberadaan tanaman tersebut bisa dijaga dengan baik, sehingga kelestariannya selalu terjaga. Pasalnya, kemunculan bunga bangkai secara bersamaan di hutan yang berbeda di Pati disebut menjadi fenomena cukup langka."Kalau bunga Raflesia bisa menjadi tanaman endemik di Pati itu luar biasa. Artinya, Pati nanti punya kekayaan flora bunga Raflesia ungu yang menjadi daya tarik tersendiri," pungkasnya.Editor : Ali MuntohaBaca : Bunga Bangkai yang Tumbuh di Hutan Durensawit Pati Hebohkan Warga

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler