Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu pertama kali diketahui Mashudi (56), petani yang mendengar teriakan takbir Sagimin. "Saya dengar dia teriak Allahuakbar. Saya langsung cek kalau mungkin kakinya terkena cangkul," ujar Mashudi.

Namun, dia terkejut saat mengetahui kondisi korban ternyata sudah meninggal dunia. Mashudi yang kaget lantas meminta tolong kepada warga sekitar.

Baca: Tampar Kades, Dandim Rembang Langsung Dinonaktifkan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban awalnya berpamitan kepada istri untuk meratakan tanah menggunakan cangkul di sawah. Keluarga tidak menyangka bila pamitan itu untuk yang terakhir kalinya.
Polisi yang mengetahui informasi tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas medis. Dari hasil visum, korban meninggal dunia lantaran penyakit jantung."Tidak ada pendarahan di kepala. Juga tidak ada cairan di telinga, hidung, mulut dan mata. Tidak ada luka robek, semuanya bersih, tidak ada benturan. Korban terkena serangan jantung," ucap dr Vindi Kurniawati.Kejadian tersebut sempat menghebohkan penduduk setempat. Sementara pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima kepergian korban.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler