Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam razia tersebut, polisi menemukan sejumlah siswa yang mangkal di warung. Mereka membawa senjata dari rantai yang dikaitkan dengan gir sepeda motor.

Mereka lantas diciduk polisi untuk dibawa ke Mapolsek Sukolilo. "Mereka kami bawa ke Mapolsek untuk dilakukan pembinaan. Senjata semacam itu biasanya digunakan untuk berkelahi atau tawuran," kata Wakapolsek Sukolilo Iptu Wandoyo yang memimpin razia.

Selain itu, polisi juga melakukan razia minuman keras (miras). Dalam razia miras, petugas menyita sedikitnya 48 botol miras dari berbagai merek.

Di warung milik Umi Khoriyah di Desa Cengkalsewu, polisi mengamankan 15 botol anggur merah, dua botol beras kencur, lima botol anggur merah ukuran besar, dan sepuluh botol miras merek Anggur 500.Di warung milik Slamet Riyadi di Desa Kasiyan, petugas menyita 14 botol anggur merah dan anggur 500. "Puluhan botol miras itu kami sita sebagai barang bukti," imbuhnya.Dia berharap, operasi pekat di wilayah Sukolilo bisa membuat situasi dan kondisi menjadi aman, terutama menjelang perayaan Meron yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Sebab, tradisi Meron mengundang perhatian banyak massa sehingga perlu ada langkah antisipatif agar tidak terjadi tindak kriminal.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler