Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namanya Kristiyaningsih. Gadis yang tinggal di Desa Alasdowo, Dukuhseti itu hidup dalam kesederhanaan dan penuh perjuangan hingga mengantarkannya menjadi pramugari, pengusaha dan perempuan sukses.

Kiki menilai, kisah Kristy yang ditulis dalam novel berjudul "Panggil Aku Kristy" menginspirasi banyak orang. Karenanya, kisah gadis di pesisir utara Pati tersebut dinilai layak disuguhkan kepada pencinta film Indonesia.

"Kita sudah melakukan survei lokasi untuk syuting. Sesuai kisah dalam novel, 90 persen lokasi syuting kita ambil di Pati. Selebihnya ambil lokasi syuting di Semarang," ujar Kiki, Sabtu (18/11/2017).

Meski film tersebut melibatkan pemeran utama dari artis papan atas, tetapi Kiki juga ingin melibatkan pemeran asli dari Pati. Karena itu, rencana casting akan dilakukan pada Desember 2017.

Sementara syuting dijadwalkan pada Februari 2018 dan film sudah bisa ditonton di bioskop mulai Agustus 2018. Tak tanggung-tanggung, film tersebut yang nantinya dijagokan untuk mengikuti festival film Florence di Italia.
"Film ini diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang gadis asli Pati yang akhirnya berhasil menjadi perempuan sukses. Lika-liku tentang cinta, persahabatan, hingga perjodohan juga akan mewarnai cerita film," jelas Kiki.  Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pati Sigit Hartoko menyambut antusias rencana pembuatan film tersebut. Pasalnya, film itu akan mengangkat citra Pati melalui dunia perfilman.Terlebih, Pati selama ini belum pernah menjadi lokasi utama syuting untuk produksi film layar lebar. Dia berharap, potensi Pati seperti pariwisata dan budaya akan terangkat melalui film tersebut."Kami akan bantu proses perizinan maupun lokasi syuting yang dibutuhkan. Kru film sudah berkoordinasi dengan kami, ada banyak potensi yang diangkat nantinya seperti pariwisata, tradisi dan budaya, serta kuliner khas Pati," pungkas Sigit.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler