Pengelolaan Kearsipan di Pati Tertinggal dengan Daerah Lain
Lismanto
Senin, 20 November 2017 18:34:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Setelah melakukan studi komparasi, kami melihat kondisi sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) pengelolaan arsip di Pati jauh sangat tertinggal," ujar Berna.
Dia membandingkan, depo kearsipan di Jepara berlantai tiga, menggunakan lift dan memenuhi standar. Bahkan, anggaran untuk kearsipan di daerah lain ada yang mencapai Rp 3 miliar setiap tahunnya.
Hal serupa ia lihat di Kabupaten Purworejo. Di sana, penyimpanan sudah sangat memenuhi standar karena ada pembedaan antara arsip foto, kaset atau VCD, arsip inaktif, dan lainnya.
"Di situ, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) punya pengelola arsip dengan anggaran yang cukup. Padahal, arsip itu penting untuk para peneliti maupun masyarakat. Dengan pengelolaan arsip yang baik, warga jadi tahu kiprah dan kinerja pemimpin dari waktu ke waktu," ucap Berna.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



