Kunjungi Desa Ngagel Pati, Mahasiswi Afganistan Ini Takjub dengan Kelapa Kopyor
Lismanto
Sabtu, 30 Desember 2017 17:56:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Ruqiya, kelapa kopyor berbeda dengan kelapa pada umumnya yang ia temui di Indonesia selama ini. Dagingnya hancur dengan rasa yang khas.
"Tekstur daging kelapanya berbeda. Rasanya lebih enak dan khas. Baru kali ini melihat pembibitan kelapa kopyor dan mencicipinya," ungkap Ruqiya, Sabtu (30/12/2017).
Karena itu, dia memaklumi bila harga kelapa kopyor di pasaran lebih mahal dari kelapa pada umumnya. Selain karena langka, rasa dan kualitasnya diakui lebih enak.
Wawan, pemilik bibit kelapa kopyor menuturkan, sedikitnya ada 2.500 kelapa kopyor yang setiap hari dijual ke berbagai kota besar seperti Semarang, Surabaya hingga Jakarta.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



