Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Pati - Ibu Negara RI ke-4, Sinta Nuriyah mengajarkan semangat nasionalisme saat bertandang di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo untuk sahur bersama warga, Minggu (19/6/2016) dini hari.

"Kita tinggal di Indonesia, lambangnya apa? Semboyannya apa? Lambangnya Garuda Pancasila, semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Meski kita berbeda-beda, tetapi tetap satu," ujar Sinta kepada warga, usai sahur bersama di Balai Desa Prawoto.

Di Indonesia, lanjut Sinta, semuanya tampak berbeda. Mulai dari agama, suku, budaya, adat istiadat, bahasa, warna kulit, hingga makanan khasnya. Namun, perbedaan itu hendaknya dipandang sebagai sebuah kekayaan bangsa dalam bingkai keberagaman.

Wanita yang mengaku sebagai mantan pacarnya Gusdur ini menjelaskan, kebiasaannya untuk sahur bersama warga sudah dilakukan selama 16 tahun. Bahkan, kebiasaan itu juga dilakukan ketika mendampingi Gusdur di Istana Negara."Sudah lama saya buka bersama dengan kaum dhuafa, orang marjinal, ibu-ibu bakul di pasar, tukang ojek dan becak, pemulung, pengamen, penambang pasir, penderes, termasuk narapidana. Di Jakarta, kuli-kuli bangunan biasa tinggal di bawah kolong jembatan. Saya datangi mereka untuk sahur bersama di kolong jembatan," ungkap Sinta.Sementara itu, Mediator Masyarakat Prawoto dan Keluarga Ciganjur, Triyono mengaku senang Ibu Negara ke-4 tersebut bisa hadir di Desa Prawoto. Ia berharap, pertemuan Sinta dan warga Prawoto bisa menumbuhkan pendidikan nasionalisme bagi warga, terutama anak muda sebagai penerus bangsa.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler