Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dalam sebulan, Teguh mengaku sanggup menyelesaikan empat sampai lima buah miniatur kapal pinisi. Bambu yang dipotong-potong sesuai dengan ukuran dan kebutuhan, dirangkai membentuk kapal tradisional yang cantik.


Tak sekadar dipotong, potongan-potongan bambu dilakukan proses penghalusan hingga serat-serat yang tajam hilang. Terakhir, finishing dilakukan menggunakan pelitur beragam warna. Ada yang coklat bening, agak gelap, hingga terang.


Teguh mengaku, inspirasi membuat kapal pinisi berawal dari profesinya sepuluh tahun silam saat bekerja di pelayaran. "Kondisi fisik sepertinya tidak bisa diajak lagi untuk berlayar. Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menekuni dalam pembuatan miniatur kapal pinisi," ujar Teguh kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/7/2016).


Satu kapal ukuran kecil dijual sekitar Rp 120 ribu, ukuran sedang Rp 800 ribu, dan ukuran paling besar sekitar Rp 1,2 juta. Pembeli juga bisa memesan ukuran tertentu menyesuaikan harga dan keinginan.


Miniatur ukuran kecil memakan waktu tiga hari, ukuran sedang bisa diselesaikan dalam waktu seminggu, sedangkan miniatur ukuran besar bisa memakan waktu selama 20 hari. Ketelitian, kecermatan, dan kreativitas dibutuhkan dalam merangkai potongan-potongan bambu menjadi sebuah miniatur cantik.


Miniatur ukuran kecil memakan waktu tiga hari, ukuran sedang bisa diselesaikan dalam waktu seminggu, sedangkan miniatur ukuran besar bisa memakan waktu selama 20 hari. Ketelitian, kecermatan, dan kreativitas dibutuhkan dalam merangkai potongan-potongan bambu menjadi sebuah miniatur cantik.

Perahu pinisi dianggap memiliki nilai seni yang tinggi, karena bentuknya yang klasik dan tradisional. Kendati miniatur, tetapi hasilnya mirip dengan kapal pinisi sesungguhnya. Tali, layar, bendera, ruang penumpang dan nahkoda, hingga baling-baling kapal tampak jelas dalam miniatur tersebut.

Editor : Kholistiono

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler