Jualan Batik Bakaran, Yuliati Raup Omzet Rp 200 Juta per Bulan
Lismanto
Senin, 25 Juli 2016 20:05:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Usaha UMKM bidang batik tulis itu ditekuni bersama dengan suaminya, Tamzis Al Anas. Awalnya, keduanya merintis usaha batik kecil-kecilan pada 2007. "Saya tertarik dengan dunia batik sejak masih kuliah. Modal Rp 500 ribu untuk dijual secara online. Ternyata permintaan makin banyak. Ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sekaligus kesempatan untuk melestarikan budaya pesisiran Juwana," kata Yuli.
Kesuksesan sebagai pengusaha muda, mulai terlihat jelas ketika keduanya menikah dan fokus memproduksi batik sendiri. Dengan gencarnya promosi di internet, pesanan berdatangan dari pemesan luar kota hingga luar Jawa.
Saat ini, Yuli memiliki sekitar 30 tenaga kerja yang diambil dari tetangga sekitarnya hingga tetangga kecamatan, seperti Juwana dan Wedarijaksa. Sebagian besar karyawan berasal dari kalangan ibu-ibu.
Pesanan dari instansi pemerintahan dan swasta pun acapkali membeludak. Dengan ketekunan dan kesabaran, Yuli yang masih berusia 30 tahun ini menjadi pengusaha muda dengan omzet rata-rata Rp 200 juta setiap bulan.
Pesanan dari instansi pemerintahan dan swasta pun acapkali membeludak. Dengan ketekunan dan kesabaran, Yuli yang masih berusia 30 tahun ini menjadi pengusaha muda dengan omzet rata-rata Rp 200 juta setiap bulan.
Editor : Kholistiono



