Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jenis pepaya yang ditanam bukanlah pepaya lokal. Ada dua jenis pepaya yang ia tanam, yaitu California dan Thailand. Bibit pepaya itu didapatkan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Awalnya hanya coba-coba, karena masih belum tahu soal distribusi dan pemasaran. Tapi, saya coba beranikan diri dengan memulai budidaya pepaya karena saat itu belum ada petani di bidang pepaya di Wedarijaksa," ujar Solehan, Rabu (27/7/2016).

Ia kemudian berani memberanikan diri untuk menanam dan mengembangkan pepaya, setelah mendapatkan penyuluhan dari IPB melalui online. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk mencoba menanamnya.

Saat ini, Solehan berhasil memanen buah pepaya sebanyak setengah ton hanya dalam waktu seminggu saja. Harga pepaya sendiri dihargai Rp 3 ribu per buah. "Soal penjualan, sudah ada pengepul yang mengambil buah pepayanya, kemudian dipasarkan di seluruh pulau Jawa. Hasilnya lumayan bagus dan sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kami senang bisa budidaya pepaya," ungkapnya.Editor : Kholistiono  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler