Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dua jenis pepaya itu yang dijual di berbagai daerah di Pulau Jawa. Salah satu petani pepaya yang berhasil mengembangkan budidaya pepaya California dan Thailand adalah Solehan Arif (52), warga asal Desa Pagerharjo.


"Awalnya hanya saya yang merintis untuk budidaya pepaya. Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah ada tujuh petani pepaya di Wedarijaksa. Kita juga sudah ada distributor yang mengambil setiap minggunya untuk dipasarkan di seluruh Pulau Jawa," ujar Solehan.


Bahkan, mereka saat ini tak hanya menghasilkan buah pepayanya saja, tetapi juga mulai mengembangkan bibit tanaman pepaya yang dijual dalam polyback. Satu bibit tanaman pepaya bisa menghasilkan pendapatkan Rp 4 ribu.


"Penghasilan tak hanya dari buah saja, tetapi juga bibit. Misalnya saja, ada petani yang ingin budidaya pepaya dan ada yang pesan seratus bibit, kita sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp 400 ribu," imbuhnya.


Untuk menanam pepaya diakui tidak sulit dan tidak merepotkan. Cukup disiram tiga kali selama sehari dan diberi pupuk organik setiap seminggu sekali. Pun, hama tanaman pepaya tidak banyak.


"Usaha pertanian pepaya memang saat ini cukup menjanjikan. Penanamannya tidak sulit. Begitu juga dengan perawatannya yang mudah. Di Wedarijaksa, saat ini sudah cukup berkembang pesat," imbuhnya.

Karena itu, ia berharap agar pepaya bisa menjadi salah satu komoditas unggulan di Pati, selain kelapa kopyor, jeruk pamelo, manggis, dan rambutan. "Kami juga berharap, Dinas Pertanian bisa ikut memberikan penyuluhan, bimbingan dan bantuan untuk meningkatkan komoditas pepaya di Wedarijaksa," pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler