Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pati, dr Aviani Trianti Venusia mengatakan, penyebab kematian ibu sebagian besar disebabkan Pre-eklamsi sebanyak lima kasus, jantung, lemas atau sesak nyeri dada sebanyak lima kasus, serta riwayat asma, meningoencephalitis, dan HIV masing-masing satu kasus.


Sementara itu, kasus kematian bayi di Pati pada semester pertama 2016 mencapai 12 kasus, di mana penyebabnya adalah DBD, ISPA, Ca mata, susp encephalitis, melena, dan febris. Dari data tersebut, tren AKI dan AKB di Pati disimpulkan cenderung mengalami kenaikan.


Hal itu yang membuat warga Pati yang tergabung dalam Anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PKK, dan Dinkes menandatangani sebuah komitmen untuk menekan AKI dan AKB di Pati. Penandatanganan dilakukan di atas kain putih, usai mengikuti “Seminar Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pati” yang digelar di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (13/8/2016).


"Kami bersama-sama dengan organisasi wanita dan PKK akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendampingan agar AKI dan AKB bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, kami juga butuh kesadaran masyarakat bersama untuk menekan AKI dan AKB," kata dr Aviani.


"Kami bersama-sama dengan organisasi wanita dan PKK akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendampingan agar AKI dan AKB bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, kami juga butuh kesadaran masyarakat bersama untuk menekan AKI dan AKB," kata dr Aviani.

Editor : Kholistiono

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler