Warga Pati Bakal Adukan Kasus CIMB Niaga ke Presiden Jokowi
Lismanto
Senin, 15 Agustus 2016 19:44:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mashuri mengaku sudah tidak percaya lagi dengan penegak hukum. Berkas yang dilimpahkan Polres Pati ke Kejaksaan Negeri Pati pun disebut-sebut tak kunjung P21. Bahkan, pelimpahan itu disebut sudah dilakukan empat kali.
Hal itu yang membuat Mashuri akan mengadukan kasus itu kepada Presiden Jokowi. "Supaya Bapak Presiden melihat dan tahu kalau ada rakyatnya yang ditipu Bank Cimb Niaga. Kami memohon perlindungan kejahatan perbankan. Anak meminta tolong kepada bapak itu kan tidak masalah, Presiden Jokowi adalah bapaknya rakyat Indonesia," ungkap Mashuri, Senin (15/8/2016).
Saat ini, dia sudah mempersiapkan dengan membuat spanduk berbunyi "Pak Presiden Jokowi, tolong kami" dengan hashtag #Bank Cimb Niaga Penipu, #Bank Cimb Niaga Menindas Ekonomi Rakyat, #Usir Saja Bank Cimb Niaga dari Indonesia, #Bank Cimb Niaga Bermental Penjajah, #4 Tahun Berperang Melawan CIMB Niaga.
Ditanya soal rencana pengaduan tersebut, Mashuri belum bisa memastikan kapan waktu yang tepat. Namun, ia bersama dengan teman-temannya rencananya akan datang ke Istana Negara supaya mendapatkan ruang untuk berdialog, termasuk adanya mediasi dari Presiden.
"Jalur hukum sudah kami tempuh. Namun, empat tahun sudah terkatung-katung. Upaya ini menjadi bagian dari mosi tidak percaya pada penegak hukum. Selama ini, bagian legal CIMB Niaga juga sering berkomunikasi, tetapi hanya say hallo saja tanpa ada solusi yang jelas," pungkasnya.
Editor : Kholistiono



