Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.




MuriaNewsCom, Pati
- Korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke, Rembang, Andik Purwanto (24), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken, Pati, menghembuskan napas terakhir, Senin (22/8/2016) pukul 21.25 WIB.

Andik meninggal dunia, setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Columbia, Semarang. Jenazah Andik tiba di rumah duka dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat, Selasa (23/8/2016).

Andik sendiri bukanlah warga asli Jaken. Ia bertempat tinggal di Jaken, setelah menikah dengan Mbak Nik (20), warga Dukuh Kolutan, Desa Sumberejo, Jaken. Andik, adalah satu di antara empat korban akibat kecelakaan kerja di PLTU Sluke, Rembang. Hanya saja, Andik tidak beruntung ketimbang tiga rekannya yang mengalami insiden serupa.

Manajer PT PLN (Persero) yang membawahi PLTU Pembangkit Jawa-Bali (PJB) Rembang, Yudhi Bagaskara saat melayat ke rumah duka mengatakan, empat karyawan yang menjadi korban kecelakaan kerja, Andik yang meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit."Andik adalah salah satu karyawan terbaik kami, gugur dalam tugas. Karena itu, kami pada saat perawatannya, berupaya memberikan yang terbaik di RS Columbia karena terkena luka bakar," kata Yudhi.Rencananya, pihak keluarga di Pati dan Rembang akan melakukan tradisi tahlilan untuk mendoakan arwah korban. Keluarga korban sendiri belum bisa memberikan keterangan, karena masih dalam keadaan berkabung.Sebelumnya, empat karyawan PLTU Sluke, Rembang, mengalami kecelakaan kerja dan dilarikan ke rumah sakit karena terpapar semburan uap panas di area mesin penggerak turbin, lantai tiga PLTU Rembang, Kamis (18/8/2016). Selain Andik, ketiganya adalah Misbahar, Suwardi, dan Agus Suliyono.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler