Pohon Kampret di Sukokulon Pati Diyakini Peninggalan Sunan Muria
Lismanto
Rabu, 24 Agustus 2016 14:25:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Pati - Jejak peninggalan Sunan Muria ada di berbagai tempat di Kabupaten Pati. Di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, jejak Sunan Muria diyakini meninggalkan pohon kampret yang saat ini masih terjaga oleh penduduk setempat.
Pohon kampret itulah yang sampai saat ini dijadikan tempat keramat dan dihormati penduduk setempat. Setiap peringatan sedekah bumi, warga selalu menggelar prosesi mandi dawet sembari tayuban dengan diiringi lagu gending Jawa di tempat ini.
Bahkan, setiap warga Desa Sukokulon yang berhasil menjadi pejabat harus melakukan ritual mandi dawet di bawah pohon kampret. Hal itu diharapkan supaya diberikan keselamatan dan keberhasilan. Tak ayal, pohon ini tak pernah diganggu warga hingga tumbuh besar, bercabang, menjulang, dan hijau.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Sejumlah warga tengah menari dalam tanggapan tayub di bawah pohon kampret di Desa Sukokulon, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)[/caption]
MuriaNewsCom, Pati - Jejak peninggalan Sunan Muria ada di berbagai tempat di Kabupaten Pati. Di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, jejak Sunan Muria diyakini meninggalkan pohon kampret yang saat ini masih terjaga oleh penduduk setempat.
Pohon kampret itulah yang sampai saat ini dijadikan tempat keramat dan dihormati penduduk setempat. Setiap peringatan sedekah bumi, warga selalu menggelar prosesi mandi dawet sembari tayuban dengan diiringi lagu gending Jawa di tempat ini.
Bahkan, setiap warga Desa Sukokulon yang berhasil menjadi pejabat harus melakukan ritual mandi dawet di bawah pohon kampret. Hal itu diharapkan supaya diberikan keselamatan dan keberhasilan. Tak ayal, pohon ini tak pernah diganggu warga hingga tumbuh besar, bercabang, menjulang, dan hijau.
"Pohon kampret ini memang dikeramatkan warga dan menjadi punden Desa Sukokulon. Kami meyakini pohon ini peninggalan Sunan Muria saat berdakwah dan menyebarkan agama Islam di kawasan sini. Setiap sedekah bumi, kami pasti mengadakan tayuban di bawah pohon kampret. Itu sudah menjadi tradisi turun temurun di sini," kata Ngadimin, modin desa setempat.
Dengan mengadakan prosesi siram dawet di bawah pohon kampret, warga meyakini akan diberi keselamatan, rezeki, dan panen yang melimpah bagi para petani tanpa adanya berbagai hama yang menyerang. Keyakinan itu dipegang teguh warga setempat sampai sekarang.