Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kami berharap agar cabang olahraga perseorangan bisa meraih emas. Kami juga berharap, atlet dayung dan senam asal Pati bisa memanfaatkan peluang emas itu dengan baik,” ujar Sapar, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Pati, Rabu (24/8/2016).

Dari Pati, ada sepuluh atlet yang dikirimkan untuk mengikuti PON XIX/2016. Mereka adalah Nuke Tri Saputra dan Dayan Yusuf sebagai atlet basket, Evi Nurmalasari dan Lydiawati sebagai atlet dayung, Guntur, Arif Bustaman Sholeh, Rina Herma Saputri dan Diah Ayu Reva sebagai atlet senam, serta Ade Kurniawan dan Octa Wahyu AP sebagai atlet sepak bola.

Adapun pelatihnya adalah Supar yang melatih atlet senam dan Agung Permono sebagai pelatih atletik. Keduanya sudah lama dikenal sebagai pelatih yang acapkali melahirkan atlet berprestasi sampai pada level nasional. Hanya saja, atlet asal Pati cukup banyak yang absen dalam ajang multievent PON tahun ini.

Dalam kompetisi PON kali ini, atlet asal Pati seperti Muhammad Sahri yang akan ikut lomba lari estafet 4x100 meter putra dan Herni Astutik dalam lomba lari estafet 100 meter putri, sempat masuk dalam daftar calon atlet Jawa Tengah yang bakal dikirim ke PON XIX/2016 Jawa Barat. Namun, adanya kebijakan pengurangan kuota menjadikan keduanya tersingkir.

Bupati Pati Haryanto menekankan kepada atlet asal Pati untuk menjaga kondisi supaya bisa maksimal dalam berlaga pada ajang nasional empat tahunan itu. Dia berharap, atlet dapat turut menyumbang medali bagi kontingen Jawa Tengah.“Kami sangat mendorong supaya para atlet bisa mendulang prestasi. Kalau dapat meraih prestasi, bukan hanya mengangkat nama pribadi atlet, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Pati. Untuk para atlet, tetaplah semangat dan bekerja keras untuk meraih hasil yang optimal. Jangan lupa untuk berdoa,” kata Haryanto.Di ruang kerjanya, bupati memberikan bekal uang saku kepada sepuluh atlet dan dua pelatih yang akan segera bertolak ke Bandung. Kendati tidak seberapa, tetapi uang saku itu diharapkan bisa membantu pelatih dan para atlet untuk bisa mengukir prestasi pada ajang PON XIX/2016.Editor : Kholistiono 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler