Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sarbi, adik Ngatmini yang berprofesi sebagai petani hanya bisa pasrah merawat kakaknya tersebut selama puluhan tahun. Di rumahnya yang sederhana, berlantaikan tanah dan berdinding kayu, Sarbi merawat kakaknya itu dengan telaten.

Padahal, Sarbi memiliki istri dan anak yang juga harus mendapatkan perhatiannya. Sesekali, istri Sarbi ikut merawat kakak iparnya itu dengan sabar dan telaten. Dia sadar, hidup seperti Ngatmini tidaklah mudah. Sejak kecil hingga tua tidak pernah merasakan indahnya hidup, terbaring lemah di tempat tidur.

Dalam kondisi yang demikian, Sarbi mengaku belum ada perhatian dari pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Karena itu, dia berharap agar pemdes maupun pemda bisa memperhatikan dan peduli pada nasib kakaknya tersebut.
"Sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik dari desa maupun pemda. Selama ini, kami rawat kakak saya itu dengan biaya seadanya. Bagaimana lagi, saya hanya petani yang juga harus menafkahi anak dan istri," ungkap Sarbi.Ironis, memang. Di tengah gelombang investasi dan peningkatan ekonomi di Kabupaten Pati yang tengah berkembang cukup pesat, masih ada orang seperti Ngatmini yang luput dari perhatian pemerintah.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler