Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kirab dilakukan, usai melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sepuluh ekor kambing. Tradisi kirab pada Idul Adha diakui sudah menjadi tradisi warga Kuryokalangan setiap tahunnya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Abadiyah, Abdul Khalim yang menjadi Ketua Penyelenggara Kirab mengatakan, kirab yang bertepatan dengan Idul Adha sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi turun-temurun. "Kirab sebetulnya untuk memperingati haul ke-18 KH Abdul Kholiq sebagai pendiri madrasah," kata Khalim.

Hanya saja, haul sesepuh madrasah tersebut diperingati warga setiap Hari Raya Idul Adha. Kirab menjadi tontonan yang meriah bagi warga, karena pasukan marching band dari Wedarijaksa dan Trangkil berjalan mengelilingi desa dengan memainkan musik dengan indah.

Uniknya, ribuan pelajar dari MTs dan MA Abadiyah mengenakan pakaian dari kreasi pemanfaatan sampah daur ulang. Beberapa siswa di antaranya mengenakan pakaian adat Jawa.Pakaian unik yang dikenakan ratusan pelajar dianggap menjadi simbol keselarasan budaya Jawa, Islam, dan lingkungan sebagai representasi alam. "Pakaian Jawa juga diharapkan bisa melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia," ucap Khalim.Editor : Kholistiono 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler