Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari hasil penelitian yang dilakukan, total ada 19 lubang yang diduga dijadikan tempat untuk membantai korban 1965. 11 lubang diduga digunakan untuk mengeksekusi, delapan lubang di antaranya kosong.

Menurutnya, lubang-lubang itu tersebar di berbagai hutan yang ada di Kabupaten Pati. Yakni, Hutan Tlogowungu terdapat dua lubang, Hutan Brati Kayen dengan dua lubang, Alas Barisan Jeglong Jaken dengan sepuluh lubang, Hutan Karet di Kalitelo Dukuhseti dua lubang, Hutan Karet Puncel Dukuhseti satu lubang yang saat ini menjadi tegal ketela, dan kawasan Jolong di Gembong ada dua lubang yang lokasinya terpisah.

"Lokasi itu sangat bersejarah. Mestinya, semua lokasi yang masuk kawasan Perhutani itu dijadikan sebagai makam. Sebab, mereka adalah manusia, bukan hewan yang dibiarkan begitu saja. Upaya ini sudah kami coba usulkan, tapi banyak yang keberatan," ungkap Handoyo.
Handoyo sendiri pernah menghadap Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi Menko Polhukam. Luhut menjanjikan akan menyelesaikan masalah tersebut secara non yudisial. Persoalan belum diselesaikan, Luhut keburu diganti menjadi Menko Kemaritiman."Pati menjadi bagian dari sejarah korban 1965. Mereka ada yang ditangkap untuk diasingkan di Pulau Buru, Nusa Kambangan, dan lainnya. Ada pula yang dieksekusi di sejumlah hutan di Pati. Beberapa ada yang pulang ke Pati dari pengasingan, ada pula yang tidak balik," ucap Handoyo.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler