Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Namanya juga babad, tentu masih banyak kelemahan. Apalagi, Babad Pati ditulis pada abad ke-20, sedangkan sejarah yang ditulis babad sendiri menceritakan kisah yang sangat jauh, yaitu sekitar abad ke-15 dan 16," kata Margana, Senin (10/10/2016).
Kendati begitu, Babad Pati sebagai babad lokal juga dianggap perlu menjadi satu di antara banyak sumber yang dikomparasikan untuk meneliti sejarah. Dia berharap, peneliti sejarah di Pati bisa mengambil langkah nyata untuk menyusun sejarah Pati dalam bentuk tulisan bila bahan-bahan dari berbagai sumber sudah terkumpul.
Selama ini, lanjut Margana, sejarah Pati hanya ditulis berdasarkan satu babad dan tradisi lisan yang dikembangkan dalam cerita-cerita tutur dalam bentuk ketoprak atau kesenian lainnya. Dari sisi yang lebih luas, sejarah Pati hanya dipahami dari perspektif Mataram.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



