Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setelah tiba di Juwana, Rabu (12/10/2016) pukul 01.30 WIB, petugas kepolisian dari Tim Inafis dan tim medis melakukan identifikasi dan pemeriksaan jenazah. Pemeriksaan dilakukan di Pelabuhan UPP Kelas III Juwana.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim medis menduga, korban meninggal dunia lantaran terkena serangan jantung. Pasalnya, kuku pada jari tangan korban dalam keadaan membiru.

"Setelah diidentifikasi dan dinyatakan meninggal dunia karena diduga serangan jantung, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Setibanya di rumah, jenazah langsung dimandikan dan dikebumikan," kata KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi.
Kapal KM Buntar Rejeki II sendiri dijemput KBO Satpolair bersama dengan kru kapal menggunakan kapal Patroli IX-1024 di parairan Muara Juwana. Sesampainya di Pelabuhan UPP Kelas III Juwana, jenazah kemudian diidentifikasi tim medis.Seperti diberitakan sebelumnya, Jumarlan meninggal dunia dalam keadaan terlelap tidur saat ABK lainnya membangunkan untuk menjaring ikan. Nahkoda yang mengetahui hal itu kemudian menghubungi pemilik kapal.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler