Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kejadian bermula, ketika Sakiman yang setiap harinya berprofesi sebagai petani tengah mengelilingi sawahnya yang berpagar kawat listrik untuk membunuh hama tikus. Namun, Sakiman justru secara tidak sengaja menyentuh kawat yang teraliri listrik.

Sontak, kawat dengan tegangan arus listrik tinggi tersebut langsung menyengat korban hingga merenggut nyawanya. Saat itu, istri dan anak korban mencarinya karena korban belum pulang hingga malam.

Ketika sampai di area persawahan, keduanya terkejut bukan kepalang karena melihat Sakiman dalam keadaan kaku, gosong dan sudah tidak bernyawa. "Bapak berangkat ke sawah pada jam 15.00 WIB. Hingga pukul 19.00 WIB, bapak belum pulang. Padahal, sore sebelum magrib biasanya sudah pulang. Saya dan ibu langsung mencari bapak ke sawah. Kami temukan bapak sudah tidak bernyawa," ungkap Aris Siswanto, anak korban, Senin (17/10/2016).

Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telentang dengan posisi tangan kanan menempel pada kawat listrik. Saat proses evakuasi, keluarga mematikan arus listrik yang mengaliri kawat.

Kapolsek Margorejo AKP Eko Pujiyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah mendapatkan laporan warga, pihaknya bersama anggota langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).Setelah dilakukan pemeriksaan visum luar pada jenazah korban, terdapat luka bakar, yaitu pada bagian jari dan lengan kanan gosong dengan luka menganga sepanjang 12 cm.Sebelumnya, Muspika Margorejo sudah mengimbau warga untuk tidak menggunakan jebakan tikus dengan pagar yang terbuat dari kawat listrik. Pasalnya, kawat listrik telah memakan banyak korban, baik pemilik sawah maupun warga yang tidak sengaja menyentuh."Kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, ada beberapa kasus yang sama dan korbannya meninggal. Kami mengimbau kepada semua warga untuk tidak menggunakan kawat listrik untuk membasmi tikus," imbau AKP Eko.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler