Ancam Pertanian, Ratusan Tikus di Tambakharjo Pati Mati Diburu Petani dengan Cara Digeropyok
Lismanto
Kamis, 20 Oktober 2016 15:00:43
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ratusan tikus yang berhasil dibunuh dimasukkan karung untuk dibakar. Geropyokan dilakukan dengan mengasapi lubang tikus. Setelah keluar, tikus-tikus yang dianggap mengancam tanaman padi tersebut dibunuh bersama-sama.
"Geropyokan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan hama tikus pada masa pindah tanam, yaitu pencabutan bibit padi dari persemaian untuk ditanam di areal persawahan. Ternyata benar, setelah kami bersama-sama warga melakukan operasi, banyak tikus yang berhasil ditangkap," ujar Sri Wartini, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Tambakromo.
Menurutnya, pemberantasan hama tikus penting dilakukan untuk mengantisipasi perusakan bibit padi yang sudah ditanam di areal persawahan. Sebab, tikus biasanya merusak tanaman padi muda untuk mengasah atau menajamkan giginya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



