Kisah Rahma, Bocah dengan Satu Kaki Asal Sidomulyo Pati yang Gigih Hadapi Kerasnya Hidup
Lismanto
Senin, 31 Oktober 2016 11:10:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Rahma tinggal di rumah sederhana bersama kakek dan neneknya yang sudah berusia renta. Warni, nenek Rahma sudah berusia 65 tahun, sedangkan Saryo, kakek Rahma sudah berusia 85 tahun.
Untuk bertahan hidup, kakek dan nenek Rahma yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri bekerja serabutan. Warni yang sudah tua masih giat bekerja sebagai kuli tandur, sedangkan Saryo memelihara dua ekor kambing.
Keduanya begitu tabah merawat Rahma. Justru dengan cucunya yang mengalami disabilitas sejak lahir itu, kakek dan neneknya selalu punya semangat bertahan hidup untuk merawat Rahma.
Rahma sendiri diakui anak yang cerdas. Meski cacat fisik, Rahma tidak minder ketika bermain dengan teman-temannya. Saat ini, Rahma duduk di bangku kelas 1 SD Negeri Sidomulyo 03 Jakenan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



