Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warni (65), nenek Rahma bercerita tentang kisah pahit yang menimpa cucu kesayangannya itu. "Pada saat Rahma berusia empat bulan, ibunya titip Rahma karena ingin merantau. Namun, hingga kini tidak ada kabarnya," ungkap Warni.

Bahkan, tersiar kabar bahwa menantunya itu sudah menikah lagi dengan pria lain. Sementara itu, Muryono, ayah Rahma bekerja di kapal dan jarang pulang. Sesekali pulang, ayah Rahma memilih untuk tinggal bersama keluarganya.

Warni hanya berpikir positif kenapa kedua orang tuanya tega meninggalkan anaknya. Mungkin, kata Warni, kedua orang tuanya belum bisa menerima kenyataan bahwa anaknya itu lahir dalam kondisi cacat dengan kaki satu.

Ayah Rahma kadangkala memang menjenguk anaknya itu dan memberikan uang. Namun, hal itu tidak cukup mengobati Rahma ketika rindu dengan ayah dan ibunya.

Satu hal yang dikhawatirkan Warni, yaitu ketika dirinya bersama suaminya sudah tiada. Sebab, Warni sudah berusia 65 tahun dan suaminya, Saryo sudah berusia 85 tahun. "Saya khawatir, kalau kami sudah tiada, siapa yang akan merawat Rahma?" ucapnya.
Sesekali, Warni mengungkapkan kegelisahannya itu kepada Rahma. Namun, cucunya itu membuat jawaban yang mengejutkan. "Saya bertanya, bagaimana kalau saya nanti meninggal. Dia jawab ingin ikut meninggal juga. Saya menangis dalam hati," tutur Warni.Meski begitu, dia bangga punya cucu Rahma. Bocah ini diakui sangat gigih menghadapi getirnya hidup. Dia tidak minder ketika bermain dan sekolah. Bahkan, Rahma terbilang murid yang cerdas.Neneknya itu berharap, suatu saat kelak Rahma bisa meraih cita-cita agar memiliki masa depan yang cerah. "Dia selalu semangat ketika akan bersekolah. Sekarang baru duduk di bangku kelas satu SD Negeri Sidomulyo 03 Jakenan," tutupnya.Baca juga : Kisah Rahma, Bocah dengan Satu Kaki Asal Sidomulyo Pati yang Gigih Hadapi Kerasnya HidupEditor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler