Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Suwarti dan Suwarwan adalah salah satu pasangan rumah tangga yang sudah menggeluti dengan memproduksi tape selama 36 tahun. Setiap hari saja, keduanya bisa memproduksi tape dengan 75 kg ketela.

Sehari-hari, Suwarwan menjual produksi tapenya dengan berkeliling ke sejumlah daerah di Kabupaten Pati. Namun, Suwarwan rata-rata berjualan tape di Kecamatan Juwana.

Tak hanya Suwarwan, sebagian besar warga Desa Kuwawur yang memproduksi tape menjualnya dengan keliling dari desa ke desa. Dari tape ini, mereka bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Suwarwan mengatakan, tape Kuwawur memiliki rasa yang lebih manis dan tahan lama. Bahkan, bila ditaruh di lemari es, tape Kuwawur diakui bisa bertahan hingga setengah bulan."Mayoritas tape dibuat dari ketela yang ditanam di perkebunan Desa Kuwawur. Kualitas ketelanya bagus. Kalau ketelanya ditanam di beberapa kilometer dari desa sini saja sudah berbeda hasilnya. Saya juga tidak tahu, mungkin tanahnya baik untuk menanam ketela," kata Suwarwan.Dalam sehari, Suwarwan bisa menjual sekitar 45 kg tape dengan mengantongi Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Dari pendapatan itu, dia bisa mencukupi kebutuhan ekonomi dan menyekolahkan anak-anaknya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler