Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak heran, tape khas Kuwawur digemari penikmat tape bukan hanya warga Pati saja, tetapi juga daerah lain. Karena itu, produksi tape dari Kuwawur juga dikirim ke kota-kota besar, seperti Semarang dan Jakarta.

Selain kota besar, tape khas Kuwawur juga dikirim ke berbagai daerah, seperti Kudus, Lasem, Grobogan hingga Demak. Dalam sehari, rata-rata warga Kuwawur memproduksi sekitar dua ton ketela yang menghasilkan sekitar 1,2 ton tape.

"Tape yang dikirim ke luar kota biasanya belum matang. Sebab, pengiriman tape membutuhkan waktu sehingga ketika sampai ke tempat tujuan sudah masak dan menjadi tape. Berbeda kalau mau dijual keliling, dari rumah sudah dalam keadaan menjadi tape masak," kata Kusmanto, Kades Kuwawur.
Dia berharap, tape produksi warga Desa Kuwawur sebagai produk unggulan warga Pati bisa dipasarkan di Pasar Unggulan Pragola. Saat ini, warga akan mengurus izin untuk hak paten pemasaran.Namun, dia mengaku bila warga saat ini kesulitan untuk pengepakan. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa membantu memfasilitas warga pemroduksi tape terkait dengan solusi pengepakan yang efektif dan efisien.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler