Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Kudus Husnul Khitam mengatakan, pihaknya akan tetap mengedepankan ajaran-ajaran yang sudah ditetapkan, sejak lembaga ini didirikan dulu.

”Organisasi ini akan berbeda dengan yang lainnya. Di antaranya adalah kami memahami akan tradisi keislaman, mengedepankan ukhuwah terhadap sesama muslim, tidak membedakan suku, agama, atau golongan. Dan selalu menjalin tali persuadaraan seluruh umat muslim. Dan yang terpenting, selalu terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Husnul mengatakan, organisasi ini didirikan pada 3 Januari 1986 oleh para santri pondok pesantren. Di mana tujuannya adalah melindungi ulama dan kiai. ”Namun, sekarang tujuannya sudah lebih dari itu. Selain tetap melindungi para kiai dan ulama, kami juga akan menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Kegiatan tadi, selain menggelar acara pelantikan, juga ada kegiatan mengaji budaya, dan rapat kerja 1 bagi kepengurusan periode 2016-2021. Selain dihadiri pengurus, juga dihadiri kiai Kudus KH Ulil Albab Arwani, dan Kepala Kantor Kesbangpol Kudus Djati Solechah.
Beragam acara ditampilkan dalam acara itu. Termasuk juga pertunjukan pencak silat sendiri, yang diawali dengan menyanyikan lagu mars Pagar Nusa Kudus oleh siswa MANU Banat.Husnul mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya antara lain, mendidik anak-anak dari sekolah-sekolah yang ada di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif, belajar silat. Dan itu sudah terbukti dengan beragam penghargaan yang diterima oleh siswa dan sekolah.”Untuk itu, kami harap sekolah yang ada di bawah naungan LP Ma’arif yang belum bekerja sama dengan Pagar Nusa Kudus, bisa melakukan kerja sama dengan kami. Tidak ada ruginya, kok. Malah, siswa bukan hanya diajari soal ilmu bela diri silat yang merupakan warisan dan budaya Indonesia, namun juga akhlak yang baik tentunya,” imbuhnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler