Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Inilah yang ingin dibangun mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang, dengan menggelar kembali kegiatan tahunan Festival Komukino, Minggu (8/1/2017), di halaman Stadion Diponegoro, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Semarang.

Festival ini adalah kegiatan kelima yang digelar, dengan mengambil tema ”Jawa Tengah Sae”. Kegiatan ini menggandeng 6 eks Karesidenan di Jawa Tengah, yang di dalamnya juga terdapat 35 kabupaten dan kota yang turut serta di dalamnya.

Dalam even Festival Komukino ini, menghadirkan beragam acara. Seperti festival kuliner, festival batik, festival dolanan tradisional, talkshow, dan berbagai perlombaan lainnya. ”Acara ini digelar sebagai bentuk aplikasi mata kuliah Komunikasi Pemasaran, Manajemen Acara, dan Internal Eksternal Public Relations. Dan ini sepenuhnya merupakan hasil kerja mahasiswa dengan berbagai macam kreasi dan inovasi,” kata Amelia Tias Hapsari, ketua Festival Komukino 2017.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin. Termasuk juga tokoh muda inspiratif seperti desainer Intan Avantie, Ketua HIPMI Hani Hapsari Ramayana, dan atlet renang internasional Zefaya Asih Setyorini.Amelia mengatakan, acara ini diharapkan dalam membuat generasi muda merasa bangga dan tidak melupakan budaya tradisional yang pernah ada. ”Tepatnya budaya Jawa Tengah itu sendiri, yang memang sangat banyak sekali jenisnya. Ada 35 kabupaten dan kota di Jateng yang harus dilestarikan budayanya,” tegasnya.Fahmi, salah satu pengunjung mengatakan, dirinya senang dengan kehadiran festival ini. Bahkan, beragam jenis kesenian tradisional dan budaya dari Jawa Tengah yang ditampilkan, bisa membuat dirinya senang. ”Kami ingin acara ini dikembangkan dan dilakukan beberapa kali dalam setahun. Karena dirasa mampu melestarikan budaya yang ada di Jawa Tengah,” katanya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler