Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Terlebih banyak trotoar yang sudah terbangun di kota ini yang tak ramah terhadap difabel dan lansia. Sekretaris Komisi C DPRD Kudus Ahmad Fatchul Azis mencontohkan trotar di wilayah perkotaan yang dibuat naik turun.

Konstruksi bangunan itu dinilai menyulitkan kaum difabel dan para lanjut usia. Padahal menurut dia, trotoar idealnya harus rata.

“Di jalan Pramuka misalnya, penyandang tuna netra panti Rehabsos kerap terpaksa turun ke jalan. Pasalnya mereka sering terjatuh saat berjalan di trotoar yang permukaannya dibuat naik turun,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Ali Mukhlisin menambahkan, proyek penataan drainase dan trotoar tak boleh hanya sekadar mempercantik kota saja. Namun, drainase harus berfungsi optimal untuk mengurangi genangan di jalan.

“Jangan sampai drainase dan trotoar hanya menjadi pajangan saja. Ke mana air di drainase itu mengalir harus dipikirkan betul-betul. Jangan sampai setelah proyek jadi, tapi air di dalam drainase tidak bisa mengalir lancar,” ujarnya.
Proyek drainase dan trotoar di ruas jalan Jember – Peganjaran yang disidak, menelan anggaran sebesar Rp 1,96 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun drainase sepanjang 626 meter dan trotoar sepanjang 125 meter. “Masih ada 501 meter drainase yang belum dibangun trotoar di ruas itu. Kami berharap dinas terkait bisa mengusulkan anggarannya di Perubahan APBD 2017, sehingga bisa tuntas tahun ini,” pungkasnya.Sementara itu, Pelaksana proyek dari CV Teknik Mandiri Heri Prasetyo mengatakan, permukaan trotoar di ruas jalan tersebut memang dibuat rata, sehingga aman untuk lansia dan kaum difabel.Ia memastikan proyek tersebut bakal selesai tepat waktu, yakni 18 November 2017 mendatang.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler