Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beruntung kelima orang ini mampu menyelamatkan diri, sehingga nyawa mereka tertolong. Meski demikian, para korban mengalami luka yang cukup parah, karena kulit mereka melepuh terkena api.

Mereka kini dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Mereka adalah Kaspi (45), seorang buruh asal Desa Jembangan, Sukolilo, Khiloeri (40), warga Karaban, Imam (38), warga Tambahagung, Tambakromo, Wandi (50), warga Jembangan, Sukolilo dan Pak Dul (50), warga Bogotanjung, Gabus.

Dari lima korban luka bakar, Kaspi yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Badan ibu berusia 45 tahun ini melepuh dan mengelupas akibat terkena paparan api.

Gudang yang terbakar diketahui milik Suparman (35), warga Desa Karaban. Kebakaran tersebut meludeskan bangunan tembok beratap seng dan genteng seluas 8x50 meter.

[caption id="attachment_130626" align="aligncenter" width="565"] Api dan asap pekat membumbung dari gudang kapuk di Karaban yang terbakar. (Grup FB Kumpulan Anak Asli Pati)[/caption]
Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penyebab kebakaran tersebut diduga berasal bagian mesin hidrolis yang kering, sehingga mengeluarkan percikan api saat terjadi gesekan."Dari hasil identifikasi, penyebabnya bagian mesin hidrolis belum diberi pelumas, sehingga kering dan menyebabkan gesekan. Gesekan itu yang menimbulkan percikan api dan mengakibatkan kebakaran," ungkap AKBP Maulana.Karena itu, polisi menyimpulkan kebakaran gudang akibat kurangnya perawatan alat mesin pengodol kapuk atau laker hidrolik, sehingga menyebabkan kebakaran.Adapun kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 700 juta. "Semua korban luka bakar dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH)," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler