Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Faida Aryani mengatakan, Kabupaten Kudus sangat membutuhkan adanya desa layak anak. Tujuannya, supaya para anak-anak tak kehilangan tempat bermain dan ruang terbuka.

"Untuk membuat desa ramah anak, minimal membutuhkan wahana bermain seperti taman desa. Biayanya memang tak sedikit, namun bisa diambilkan dari dana desa," katanya

Menurut dia, dana desa diperbolehkan untuk pembangunan wahana ramah anak. Untuk itu, pemdes tak usah khawatir dalam mempergunakannya, apalagi dana desa memiliki jumlah yang besar.

Hingga kini, kata dia, belum ada desa yang memiliki fasilitas untuk desa ramah anak. Meskipun hal sederhana dengan adanya pembuatan taman desa untuk anak-anak bermain, desa masih kurang memperhatikannya."Bahkan di lingkup Eks Karisiidean Pati, kayaknya belum ada desa layak anak," ujarnya.Pihaknya berharap pemdes bersedia membantu mengembangkan desa ramah anak. Karena, jika mengandalkan APBD, maka akan memakan biaya dan waktu yang lama.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler