Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Setiap akhir tahun memang demikian, selalu mengalami kenaikan. Begitu pula dengan tahun ini. Namun kami memastikan kalau stoknya masih ada," katanya Jumat (15/12/2017).

Menurut dia, kenaikan bahan pokok bukan karena stok yang menipis. Melainkan pada permintaan masyarakat yang meningkat, sehingga dari tengkulak menaikkan harga.

Disebutkan, selain harga beras yang tembus Rp 11.500 per kilogramnya, harga telur juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Untuk satu kilogram telur, dijual seharga Rp 24 ribu. Padahal sebelumnya kisaran Rp 19 ribu.

"Harga ini lebih tinggi ketimbang saat Idul Fitri yang hanya Rp 22 ribu per kilogram. Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp 17 ribu ke Rp 18 ribu perkilo, dan bawang putih dari Rp 20 ribu jadi Rp 22 ribu perkilogram. Meski naik, namun pasokan masih ada, sehingga masyarakat tak usah resah," ungkapnya.Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Kurniawan Daeli, mengungkapkan pihaknya juga ikut mengawasi kenaikan harga di pasaran. Jangan sampai harga dipermainkan, sehingga masyarakat yang dirugikan."Ada tim yang menangani setiap harinya. Jadi kami pastikan memantau terus perkembangannya," jelasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler