Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kalangan perempuan dan ibu-ibu pendukung pasangan nomer satu ini tergabung dalam Perempuan Gayeng. Kalangan pemuda membentuk diri Pemuda Gayeng. Mereka telah mendeklarasikan diri di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Ketua Perempuan Gayeng Niniek Jumoenita saat menuturkan kecintannya terhadap Ganjar Pranowo dan Taj Yasin bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama memimpin Jawa Tengah, Ganjar dinilai paling aktif dalam program-program terkait perempuan dan anak.

Data yang dirilis dari berbagai sumber 2015 lalu Jawa Tengah menjadi salah satu daerah paling rawan kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Di mana jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak mencapai lebih dari 2000.

Pasca itu, Ganjar kemudian menggalakkan peningkatan program pemberdayaan perempuan dan anak. Selain itu, Ganjar juga aktiv menggandeng komunitas-komunitas perempuan untuk menjadi garda terdepan penanggulangan kekerasan anak.

Program tersebut dinilai berhasil. Bahkan, Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wahyu Hartono mengatakan Pemprov Jateng banyak melakukan terobosan dan program inovatif.
Menurutnya, program inovatif yang dilakukan Pemprov Jateng di antaranya program “Nginceng Wong Meteng” dan “SMS Bunda” .“Program itu sebagai upaya memberikan perhatian serius terhadap para ibu hamil untuk mencegah sekaligus mengurangi kematian bayi dan ibu,” ujarnya saat di Semarang beberapa waktu lalu.Dia menuturkan program lain yang berpihak kepada perempuan adalah pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA tes untuk mendeteksi kanker serviks (leher rahim),  serta sistem data kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis teknologi informatika.“Banyak program nyata yang dilakukan pemprov terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, banyak daerah lain yang studi banding ke Jateng. Ini merupakan nilai tambah dan berdampak pada sektor lainnya, termasuk meningkatkan pariwisata,” tuturnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler