Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penandatanganan ini digelar dalam sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang digelar di pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (3/10/2018).

Sosialisasi yang digelar Biro Kesra Provinsi Jateng dan BNN Jawa tengah tersebut diikuti 250 pelajar, terdiri dari perwakilan SMP/MTS dan SMA/SMK/MA.

Tamzil dalam sambutannya menegaskan, narkoba merupakan masalah serius yang mengancam generasi penerus bangsa. Setiap hari jumlah pengguna narkoba terus meningkat, tidak hanya di kota tetapi sudah masuk di desa-desa.

“Narkoba merupakan masalah serius, banyak narkoba jenis baru bermunculan untuk menghancurkan generasi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pelajar untuk tidak mendekati narkoba. Dengan menjadikan narkoba sebagai musuh, pelajar dan masyarakat harus bersatu untuk memeranginya.

“Anggaplah narkoba musuh kita, oleh karena itu kita harus berasama-sama untuk memeranginya,” ungkapnya.
Tamzil berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi formalitas, akan tetapi diwujudkan dalam langkah nyata. Dengan dimulai menanamkan sikap antinarkoba dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan.“Oleh karena itu acara ini jangan hanya sebagai formalitas, mari kita wujudkan langkah nyata terhadap diri kita sendiri, terhadap keluarga kita dan lingkungan kita,” imbuhnya.Sementara Kepala BNN Jateng  Muhammad Nur menyebutkan, Indonesia berada dalam darurat narkoba. Di Jawa Tengah sendiri penyalahgunaan narkoba mencapai lebih dari 300.000 jiwa.Dari angka tersebut 50,34% berstatus sebagai pekerja, 27,32% berstatus pelajar, dan 22,34% adalah pengangguran. Hal tersebut tak terlepas dari modus operandi penyelundupan narkoba yang terus berkembang.“Modus operandi penyelundupan narkoba terus berkembang, mulai dari merekatkan narkotika pada bagian tubuh tertentu, hingga menelan narkotika yang sudah dipacking,” pungkasnya. (nap)Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler