Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan Ratu Kalinyamat disebut sebagai pemimpin perempuan yang mampu mendobrak tradisi pada zamannya. Lestari Moerdijat, Pimpinan Yayasan Dharma Bhakti Lestari menyebut, jika perempuan sebagai pemimpin dan kepala pemerintahan merupakan langkah besar yang dilakukan dalam kehidupan Islam dan Nusantara.

“Apalagi sejarah Islam mencatat seperti Ratu Syajaratuddur dalam Dinasti Mamalik (Mamluk) yang menjadi pemimpin perempuan di Mesir. Bahkan Al-Quran melegitimasi keabsahan pemimpin perempuan seperti Ratu Bilqis sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab penuh di negeri Saba yang termasuk wilayah Yaman semasa zaman Nabi Sulaiman AS,” katanya, Minggu (14/4/2019).

Ia menyebut, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan pemilihan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin perempuan di daerah pesisir pantai Jawa bagian utara bukan hanya semata-mata karena Kalinyamat adalah putri Raja Demak, Sultan Trenggana, dan cucu perempuan dari pendiri Kerajaan Demak, Raden Patah.

Penempatan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin Jepara lebih didasarkan karena kemampuan dan keahliannya dalam bidang perdagangan, militer, kelautan dan budaya (ukir). Sehingga Ratu Kalinyamat mampu membawa Jepara ke puncak kejayaan.

Pasalnya, pada masa Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi pusat perdagangan ekspor-impor. Implikasinya terlihat dari pembangunan pelabuhan utama dan pelabuhan pendukung di sekitar Jepara.

“Armada militer di laut yang kuat masa kepemimpinan Ratu Kalinyamat mampu menjaga jalur-jalur pelayaran utama di Nusantara seperti di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Kalimantan, Selat Makasar dan Selat Maluku,” ujarnya.

Ia menyebut, kekuatan armada lautnya cukup disegani oleh kerajaan-kerajaan sekitarnya yang menjadi sahabat Ratu Kalinyamat. Sehingga pada saat wilayah Malaka diduduki oleh Portugis, Ratu Kalinyamat tidak sungkan-sungkan membantu Sultan Johor dan Sultan Aceh dengan prinsip mempertahankan dan mengamankan jalur pelayaran untuk perdagangan Nusantara.

Baca juga: 
Catatan sejarah yang dipersiapkan Tim Naskah Akademik untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional memperlihatkan bahwa bagi Ratu Kalinyamat, laut adalah pemersatu Nusantara dan penhubung antar kerajaan. Sehingga perlu dijaga keamanan dan dipertahankan keberlangsungannya.“Sebagai penerus Pati Unus, Ratu Kalinyamat memperluas kapal Jong yang mampu mengangkut barang dan manusia dalam kapasitas besar,” terangnya.Langkah ini dilakukan, lantaran Ratu Kalinyamat menyakini bahwa Nusantara adalah negara maritim. Oleh karenanya, keberadaan jalur-jalur pelayaran utama seperti di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Kalimantan, Selat Makasar dan Selat Maluku harus dijaga dan dipertajankan. Dan terbukti masih bertahan sampai sekarang.Lestari Moerdijat menambahkan, Jepara telah populer sebagai pusat budaya ukir Nusantara semasa Ratu Kalinyamat. Catatan sejarah memperlihatkan ukiran Jepara bermula dari Masjid Mantingan yang notabene berdiri di masa Ratu Kalinyamat memimpin Jepara.“Sehingga sampai saat ini Masjid Mantingan dan ukiran-ukirannya menjadi rujukan akademis bidang budaya dan seni yang empiris,” terangnya.Terlebih, pengembangan ukiran Jepara ternyata menyentuh dalam berbagai cabang seni lainnya seperti seni tari, seni drama, seni lukis, dan seni batik khas Jepara. Sampai saat ini ekspor ukiran asal Jepara tetap menjadi primadona bagi penggemar dan pencinta seni.Diberitakan sebelumnya, tim Yayasan Dharma Bhakti Lestari tengah menyusun naskah akademik dan riwayat Ratu Kalinyamat untuk diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler