Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bubur asyuro sendiri memiliki komposisi beras, kelapa, singkong, ubi, kacang tolo, kedelai, kacang tanah, jagung, kacang hijau, dan pisang. Semua bahan tersebut dimasak dalam kuali kuningan berukuran besar.

Total ada enam kuali besar yang digunakan untuk memasak. Lima kuali untuk dibagikan ke masyarakat. Sedang satu kuali lagi digunakan untuk sogatan berjanjen.

“Biasanya mulai masak sekitar pukul tiga pagi, dilanjutkan pagi dan siang harinya,” ujar koordinator pembuat bubur asyuro Yulistiyani saat ditemui di dapur masak, Senin (9/9//2019) pagi.

Yuli mengatakan, Bubur Asyuro sendiri memiliki rasa yang khas. Ini lantaran bumbu yang digunakan pun terbilang unik. Yakni menggunakan resep bumbu gule yang diwariskan secara terun temurun dari generasi ke generasi.

“Proses memasaknya kurang lebih memakan sekitar waktu empat jam,” lanjutnya.

Sementara Humas Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1441 H, Wildan Hakiki menambahkan, satu kawah besar Bubur Asyuro bisa dihidangkan menjadi 150 porsi yang disajikan dalam samir. Bubur, lantas kepada warga sekitar. Sementara yang disajikan untuk suguhan ngaji berjanjen, satu kualinya bisa sekitar 230 porsi.

“Tahun kemarin untuk hantaran ada 650 porsi,”  katanya.Penyajian bubur asyuro sendiri diberikan sembilan topping. Yakni tauge, daging pentul, udang, cabe merah, jeruk Bali, tempe, tahu, teri, dan dadar. Topping kemudian diletakkan di atas bubur dan dihantarkan pada masyarakat.”Khusus yang perewang (pembantu juru masak dari masyarakat) ada 30 orang,” katanya.Rangkaian acara buka luwur Kanjeng Sunan Kudus sendiri telah dimulai sejak 15 Agustus 2019 lalu dan akan berlanjut hingga 10 September 2019 mendatang. Setelah sebelumnya juga dilakukan prosesi jamas pusaka, pelepasan luwur, munadharah mas’il diniyyah, doa rasul dan terbangan, khatmil qur’an bil ghaib, dan santunan anak yatim. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler