Bubur Asyuro Khas Buka Luwur Makam Sunan Kudus Siap Dibagikan
Murianews
Senin, 9 September 2019 12:32:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bubur asyuro sendiri memiliki komposisi beras, kelapa, singkong, ubi, kacang tolo, kedelai, kacang tanah, jagung, kacang hijau, dan pisang. Semua bahan tersebut dimasak dalam kuali kuningan berukuran besar.
Total ada enam kuali besar yang digunakan untuk memasak. Lima kuali untuk dibagikan ke masyarakat. Sedang satu kuali lagi digunakan untuk sogatan berjanjen.
“Biasanya mulai masak sekitar pukul tiga pagi, dilanjutkan pagi dan siang harinya,” ujar koordinator pembuat bubur asyuro Yulistiyani saat ditemui di dapur masak, Senin (9/9//2019) pagi.
Yuli mengatakan, Bubur Asyuro sendiri memiliki rasa yang khas. Ini lantaran bumbu yang digunakan pun terbilang unik. Yakni menggunakan resep bumbu gule yang diwariskan secara terun temurun dari generasi ke generasi.
“Proses memasaknya kurang lebih memakan sekitar waktu empat jam,” lanjutnya.
Sementara Humas Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1441 H, Wildan Hakiki menambahkan, satu kawah besar Bubur Asyuro bisa dihidangkan menjadi 150 porsi yang disajikan dalam samir. Bubur, lantas kepada warga sekitar. Sementara yang disajikan untuk suguhan ngaji berjanjen, satu kualinya bisa sekitar 230 porsi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



