Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Gudang plastik Joyo Suro milik Edy Candra yang berada di Desa Semampir RT 08 RW 02 Kecamatan Pati ludes dilalap api, Jumat (12/2/2021) makam. Belum diketahui pasti penyebab dari kobaran api tersebut, namun kuat dugaan karena korsleting listrik.

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa mengatakan, kali pertama kejadian itu diketahui oleh Elizabeth yang merupakan istri korban pada pukul 21.00 WIB. Pada saat itu istri korban hendak memberikan pakan anjing di belakang rumah.

Namun, Elizabeth justru malah melihat kobaran api yang keluar dari tokonya itu. Dia pun kaget dan langsung memberitahu anaknya. Kemudian Elizabeth dan anaknya meminta bantuan warga setempat untuk memadamkan kobaran api.

Karena api semakin membesar, salah seorang warga pun menghubungi petugas pemadan kebakaran. Tak lama kemudian empat unit mobil damkar Satpol PP Pati berdara di lokasi kejadian. Disusul kemudian mobil damkar dari PT Garudafood dan Sabhara Polres Pati.

"Kondisi api cukup besar, karena didalamnya terdapat peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik," katanya.

Hingga satu jam kemudian, api belum berhasil dipadamkan. Sehingga mobil damkar harus ditambah lebih banyak. Pihaknya pun meminta bantuan kepada pemilik mobil damkar yang lain agar sedianya membantu memadamkan kobaran api.

"Kami kerahkan 10 mobil damkar. Proses pemadaman juga dibantu personel TNI polri dan BPBD," terangnya.Hadi mengatakan, material plastik membuat api cepat membesar, sehingga petugas mengalami kesulitan dalam pemadaman.“Asap dari benda yang terbakar mengganggu pernapasan anggota, jadi kami terapkan sistem bergantian petugas,” kata dia.Hadi menyebut, sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran maupun perkiraan kerugian. Namun, diduga karena korsleting listrik. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler