Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jepara sudah menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Penerapan itu mulai berjalan per hari ini, Senin (3/1/2022).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Jepara, Ngaripah mengatakan penerapan itu tak hanya di SMA negeri saja. Namun juga, SMA di swasta ikut menerapkan hal yang sama.

Dalam melaksanakan PTM ini, pihak sekolah wajib mengutamakan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat. Meskipun satu kelas terisi penuh siswa, tempat duduk siswa tetap diatur berjarak.

“Untungnya bangkunya sudah sendiri-sendiri. Satu bangku satu meja satu siswa. Jadi lebih gampang mengatur jaraknya. Setiap kelas ada satgasnya. Diupayakan kalau jam istirahat siswa tetap di dalam kelas,” jelas Ngaripah.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Jepara Berlangsung Hanya 120 Menit

Ngaripah menyebut, waktu pembelajaran dalam sehari sudah enam jam. Tetapi, waktu masing-masing mata pelajaran hanya 25-30 menit. Pengaturan jam ini masih seperti saat PTM terbatas.
Ngaripah menyebut, waktu pembelajaran dalam sehari sudah enam jam. Tetapi, waktu masing-masing mata pelajaran hanya 25-30 menit. Pengaturan jam ini masih seperti saat PTM terbatas.Untuk melaksanakan PTM 100 persen ini, lanjut Ngaripah, indikator utama yang ditetapkan yaitu capaian vaksinasi. Di kalangan siswa sudah sekitar 90 persen. Sedangkan untuk guru dan karyawan sekolah sudah 100 persen tervaksinasi Covid-19.Ngaripah menambahkan, PTM ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Sebab sudah hampir dua tahun ini pelaksanaan pendidikan tidak menentu. Akibatnya, tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.“PTM ini mendesak. Lha wong anak-anak (siswa, red) tidak bisa apa-apa. Bagaimana tidak, sudah dua tahun mereka tidak sekolah, kok. Maka PTM 100 persen ini sangat tepat mulai dilakukan. Asalkan prokes tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Ngaripah. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler