Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus bakal diinventarisasi oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus.

Pendataan itu dilakukan berkaitan terjalinnya kerja sama antara Disnakerperinkop dan UKM Kudus dengan Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SP RTMM) PT. Djarum.

Mereka yang bergerak di bidang kuliner, seperti makanan dan minuman, serta konveksi akan didata oleh dinas. UMKM yang bergerak di bidang lain pun masih bisa ikut bergabung.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati mengtakan, kerja sama itu nantinya saling menguntungkan. Di mana, UMKM bisa menawarkan dan menjual produknya untuk dibeli SP RTM.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi UMKM, Biaya Sertifikasi Halal Reguler Hanya Rp 650 Ribu

Sementara, SP RTMM PT. Djarum yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) akan mendapatkan potongan harga dari pembelian produk UMKM tersebut.

“Teman-teman di SP RTMM PT. Djarum yang sudah punya KTA nanti silahkan berbelanja produk UMKM yang sudah ditentukan tadi. Nanti diberi diskon. Kalau yang tidak punya KTA ya dikenai harga normal,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Rini mengatakan kegiatan kerja sama itu sebagai bentuk untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pelaku UMKM di Kudus.

“Saat ini kami masih inventarisasi. Setelah proses inventarisasi kami akan lakukan MoU (Memorandum of Understanding, red) antara pihak SP RTMM PT. Djarum dengan pihak UMKM,” terang Rini.Rini berharap kerja sama antara kedua pihak dapat segera terlaksana, sehingga dapat tercipta simbiosis mutualisme. “Harapannya tentu kembali lagi untuk meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM,” imbuhnya.Sementara itu, Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP RTMM PT. Djarum, Ali Muslikin mengatakan kerja sama menggunakan KTA bukanlah yang pertama kali. Menurutnya, hal ini sebagai inovasi, sehingga KTA tidak sebatas sebagai tanda pengenal.“Kami juga sebelumnya bekerja sama dengan waterboom di Kudus. Hampir sama konsepnya, teman-teman yang memiliki KTA ketika berkunjung ke Waterboom dapat diskon,” katanya, Selasa (18/1/2022).Senada dengan Rini, saat ini pihaknya masih menunggu data inventarisir UMKM dari pihak Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Setelah itu akan ada MoU.“Harapannya bisa membantu pelaku UMKM di Kudus. Selain itu juga supaya KTA tidak hanya sebagai tanda pengenal saja tetapi bisa lebih bermanfaat,” harapnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler