Mitos Warga Desa Barongan Kudus Dilarang Pakai Ayam Putih Mulus saat Buat Selamatan
Murianews
Selasa, 18 Januari 2022 18:58:59
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Ada sebuah mitos larangan di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Yakni, warga yang menggelar acara selamatan dilarang menggunakan ayam berwarna putih mulus. Mitos ini masih dipercaya bagi sebagian masyarakat Desa Barongan.
Adanya mitos ini, rekat hubungannya dengan mbah Kiai Barong, seorang penyebar agama Islam di wilayah tersebut.
Menurut Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani, jika larangan itu dilanggar, maka ayam yang dimasak untuk selamatan tak akan pernah matang. Bahkan, saat dipotong, masih keluar darah segar mengucur dari ayam tersebut.
“Ketika diiris, ayamnya masih keluar darahnya seperti tidak matang. Ternyata itu pantangan dari mbah Barong. Mbah Barong tidak menyukai ayam putih,” terangnya.
Baca juga: Sejarah Desa Barongan Kudus Lekat dengan Kiai Barong
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga melintasi kawasan Poroliman, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Ada sebuah mitos larangan di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten