Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Dua musisi lokal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah merilis album perdananya. Album tersebut dirilis dalam bentuk fisik. Keputusan itu terbilang berani di tengah era digital saat ini.

Kedua musisi tersebut yakni, Jokkivolka dan Yeef. Menurut keduanya, era digital telah mengubah gaya menikmati musik. Kemudahan mendengarkan musik lewat platform digitalpun mudah didapatkan.

Meski begitu, lanjutnya, masih banyak juga masyarakat yang menikmati musik secara konfensional. Karena itulah, mereka berani merilis album dalam bentuk fisik di era serba digital ini.

Yeef merilis albumnya lebih dulu bertajuk Renjana. Album berbentuk CD itu dirilisnya pada pertengahan 2021. Sementara Jokkivolka merilis Preliminer berbentuk kaset pita pada akhir 2021.

“Memang eranya sudah digital. Tapi saya tetap ingin menyuguhkan karya dalam bentuk fisik. Untuk memuaskan penikmat musik saya. Album fisik bisa disentuh dan dikoleksi. Ini yang tidak bisa digantikan oleh digital,” kata Jokkivolka, kemarin.

Baca juga: Ini Sejarah Hari Musik Nasional yang Diperingati Tiap 9 Maret

Keputusannya memilih album fisik karena saat remaja ia sering membeli kaset dari band-band idolanya.

“Membaca ‘thank to’ di rilisan fisik saja saat itu sudah senang sekali. Untuk itu, saya ingin siapapun yang memiliki kaset album saya, bisa merasakan apa yang rasakan dulu,” kata solois bernama lengkap Okki Novianto ini.

Pria asal Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu, yakin setiap musik yang dirilis dalam bentuk fisik masih ada peminatnya. Meski jumlahnya terbatas. Untuk itu, di album perdana yang berisi materi 13 lagu, ia hanya menjual 32 kaset.
Pria asal Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu, yakin setiap musik yang dirilis dalam bentuk fisik masih ada peminatnya. Meski jumlahnya terbatas. Untuk itu, di album perdana yang berisi materi 13 lagu, ia hanya menjual 32 kaset.Ungkapan senada dilontarkan Yeef. Ia juga mencetak albumnya secara terbatas. Hanya, 50 keping CD saja.Lelaki bernama lengkap Yanuar Fikri itu mengakui, minat masyarakat pada album musik berbentuk fisik sudah berkurang. Namun, dengan album fisik itu ia ingin membuktikan telah memiliki karya.”Rasanya, plong!” kata solois asal Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan ini.Demi menelurkan karyanya itu, Yeef rela merogoh tabungan pribadinya. Butuh delapan bulan untuk mengerjakan album perdananya itu agar selesai sesuai rencananya.Kendati menelurkan album musiknya dalam bentuk fisik, Yeef tetap memanfaatkan layanan musik digital. Karyanya pun telah hadir di sejumlah platform digital.Layanan musik digital itu sangat membantu memperluas jangkauan pendengar musiknya. Itu juga diamini Jokkivolka. Pemutar musik digital memberikan kemudahan bagi keduanya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler