Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bisa segera melakukan normalisasi di sejumlah titik Sungai Dawe dan Sungai Piji yang melintas di Kecamatan Mejobo.

Hal itu lantaran dua sungai tersebut sudah mengalami jebol dua kali, hingga air sungai limpas ke permukiman warga. Pemkab khawatir, bila tak segera dilakukan normalisasi maka akan terjadi kejadian berulang untuk ketiga kalinya.

“Karena wewenangnya ada di mereka (BBWS) kami berharap untuk bisa segera dilakukan normalisasi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arif Budi Siswanto, Sabtu (12/3/2022).

Dinas PUPR sendiri, imbuh dia, hanya bisa melakukan perbaikan setelah tanggul tersebut jebol. Karena sekali lagi, kewenangan untuk perbaikan tanggul dan normalisasi berada di wilayah BBWS.

Pihak dinas, tambahnya, sebenarnya terus berkoordinasi dengan BBWS terkait normalisasi tersebut. Namun karena banyaknya cakupan kerja dari BBWS, dimungkinkan usulan tersebut tertunda.

“Walau begitu akan kami tindak lanjuti terus agar kejadian tanggul jebol ini tidak terulang kembali, sembari itu kami akan coba menaggulangi semaksimal mungkin,” pungkasnya.
“Walau begitu akan kami tindak lanjuti terus agar kejadian tanggul jebol ini tidak terulang kembali, sembari itu kami akan coba menaggulangi semaksimal mungkin,” pungkasnya.Arif menambahkan, dinasnya telah menyiapkan anggaran perawatan rutin sebesar Rp 20 miliar untuk perbaikan tanggul-tanggul yang jebol di Kudus. Hanya, jumlah tersebut juga untuk melakukan perawatan jalan, jembatan, dan drainase.Diketahui, Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan Kecamatan Mejobo menjadi wilayah dengan titik tanggul rawan jebol terbanyak dibanding wilayah lain di Kota Kretek. Adapun, titik itu tersebar di Desa Temulus, Golantepus, hingga Kesambi.Atas temuan tersebut, dia pun telah meminta semua pemangku daerah untuk saling berkoordinasi terkait pemantauan dan penanggulangan sementara. Bila memang ada yang dirasa butuh penambalan maka segera dikoordinasikan. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler