Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan - Lagu "Potong Bebek Angsa" yang telah diubah liriknya menggema di demo 11 April, Senin (11/4/2022) di depan Kantor DPRD Kabupaten Grobogan.

Serentak sebanyak 40an mahasiswa Grobogan menyanyikan lagu yang belakangan ini viral di media sosial karena diubah liriknya.

Yakni menjadi "Potong bebek angsa, angsa di kuali. Gagal mimpin bangsa, minta tambah lagi. Bohong ke sana, bohong ke sini. Lalalala lala lala lala."

Baca juga: Mahasiswa Grobogan Gelar Aksi 11 April di Depan DPRD Siang Ini

Selain menggemakan lagu sindiran pada pemimpin bangsa itu, para mahasiswa juga membawa sejumlah spanduk bernadakan protes.

"Mahasiswa yang bolos, DPR yang bodoh", "Jangan matikan keadilan, matikan mantanku saja", "Harga minyak naik, PPN naik, BBM naik, semua naik, lha terus piye nasibe rakyat", hingga "Tak kiro sayangku sing ruwet, jebul pemerintah barang".

Peserta aksi datang ke depan gedung DPRD Grobogan sekitar pukul 12.00 WIB dengan sebuah mobil komando berpengeras suara. Mereka juga berorasi di depan Kantor DPRD Grobogan.
Peserta aksi datang ke depan gedung DPRD Grobogan sekitar pukul 12.00 WIB dengan sebuah mobil komando berpengeras suara. Mereka juga berorasi di depan Kantor DPRD Grobogan."Hari demi hari, waktu demi waktu, pemerintah semakin menunjukkan ketidakmampuannya mengelola negara," kata orator dalam aksi ini, Wachid di hadapan peserta aksi.Orator lain, Umar menyatakan, sejatinya negara ini belum benar-benar merdeka. Sebab, untuk menyatakan pendapat di muka umum saja mesti mengirim surat ke pihak tertentu."Katanya merdeka, mau ngomong saja harus mengirim surat. Katanya merdeka, tapi ketika sakit harus iuran dulu. Bukankah pendidikan dan kesehatan itu tanggungjawab pemerintah," teriaknya.Aksi demonstrasi berakhir dengan damai setelah perwakilan pimpinan DPRD menemuai peserta aksi. Mereka yakni Wakil DPRD Grobogan Sugeng Prasetyo dan Mochamad Fatah serta Ketua Komisi A Musyafak. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler