Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Budayawan sekaligus ulama kondang, Emha Ainun Najib atau yang kerap dikenal sebagai Cak Nun dalam acara Menjelang senja bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng menuturkan tak perlu berbahasa Arab bila seorang umat Allah ingin berbicara kepadaNya.
Allah, maha mengerti dan Allah selalu berkomunikasi dengan umatnya di setiap sendi-sendi kehidupan di dunia.
“Jadi tidak perlu pakai bahasa Arab kalau mau matur Gusti Allah,” kata Cak Nun, Minggu (1/5/2022).
Allah, imbuh Cak Nun, memang memilih Bahasa Arab sebagai bahasa untuk menyampaikan pesan-pesannya, lalu kemudian dinamailah Al Qur’an. Namun terlepas dari itu, Allah maha mengerti apa yang dikomunikasikan umatnya.
Baca: Cak Nun: Menyakiti Manusia Sama Saja Menyakiti Allah
“Al Qur’an itu sebagian kalimat Allah yang dibukukan. Namun lebih dari itu, ada banyak firman Allah yang bisa jadi sangat banyak sehingga tidak bisa dibukukan, karena itu tadi, Allah selalu berkomunikasi dengan umatnya di setiap jengkal kehidupan umatnya,” imbuhnya.
Cak Nun pun mencontohkan ketika Allah memberi petunjuk ataupun hidayah pada umatnya, itu merupakan salah satu cara Allah berkomunikasi dengan umatnya. Allah menuntunnya ke arah yang lebih baik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Emha Ainun Najib menjelang senja (MURIANEWS/Tangkapan Layar)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Budayawan sekaligus ulama kondang,