Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Produksi sampah harian di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mencapai 400 ton. Jumlah itu terbilang cukup tinggi.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan Jepara, Suparso mengatakan, saat ini kondisinya sudah penuh. Sebab, mayoritas sampah dari Jepara dibuang ke TPA Bandengan.

”Sehari, produksi sampah di seluruh Jepara ada 400 ton. Paling banyak tetap sampah rumah tangga,” kata Suparso kepada Murianews, Selasa (2/8/2022).

Pantauan Murianews, sampah terlihat menggunung-gunung di banyak titik di TPA Bandengan. Ada yang sudah diuruk dengan tanah. Ada pula yang masih berupa gunungan sampah.

Sampah non organik terlihat mendominasi gunungan-gunungan itu. Padahal, kata Suparso, sebenarnya sebagian sampah non organik seperti plastik, sudah dipilah para pengepul untuk dijual kembali.

Baca: Atasi Persoalan Sampah, Ini yang Dilakukan Pemkab Jepara

Sejak 2015 akhir, gunungan sampah tersebut telah dimanfaatkan menjadi sumber gas metan. Penggunannya adalah warga ring 1 yang rumahnya berdekatan dengan TPA. Kini ada sekitar 30 KK yang aktif terfasilitasi gas metan itu.
Sejak 2015 akhir, gunungan sampah tersebut telah dimanfaatkan menjadi sumber gas metan. Penggunannya adalah warga ring 1 yang rumahnya berdekatan dengan TPA. Kini ada sekitar 30 KK yang aktif terfasilitasi gas metan itu.”Sementara ini, yang paling terdampak baunya, kita fasilitasi gas metan dulu,” jelas Suparso.Selain untuk gas metan, lanjut Suparso, gunungan sampah tersebut juga dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembuatan semen. Caranya, sampah non organik yang masuk TPA langsung dicacah. Lalu dikeringkan selama 21 hari.”Jadi sampah tidak langsung dibuang. Tapi ini belum bisa dilakukan. Beberapa waktu lalu sudah disurvei pemerintah pusat. Kelihatannya bisa dilanjutkan programnya,” ujar Suparso.Melalui pemanfaatan-pemanfaat itu, Suparso berharap produksi sampah harian yang cukup besar itu, dapat memberikan kemanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler