Imbas Cemaran Etilen Glikol, Ikatan Apoteker Pati Sosialisasikan Sirop Aman
Murianews
Minggu, 6 November 2022 15:37:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketua Pengurus Cabang IAI Pati Teguh Is Winarno mengatakan, semenjak adanya isu semua sirop tidak aman untuk digunakan sebagai obat, kepercayaan masyarakat kemudian menurun drastis. Mereka takut untuk membeli obat sirop.
Menurutnya, hal ini lantaran masyarakat sudah terstigma dengan cemaran yang ada dalam sirup tersebut. Padahal, lanjut Winarno, tidak semua sirop mengandung cemaran EG dan DEG.
Baca: Sirop Unibebi Diklaim Telah Ditarik di Semua Apotek di Kudus
”Yang mengandung cemaran EG dan DEG ada 8 jenis sirop, dan semuanya sudah ditarik oleh BPOM. Kami juga sudah tidak menjual 8 sirop itu. Tetapi sirop yang dinyatakan aman, kami di IAI Pati masih menjual,” ungkapnya dalam acara senam bersama peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Alun-Alun Pati, Minggu (6/11/2022).
Bertepatan dengan car free day (CFD) tersebut, Ikatan Apoteker itu juga berusaha untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait obat sirop yang aman dikonsumsi. Mengingat, Apoteker adalah salah satu sektor yang terdampak dari adanya cemaran etilen glikol tersebut.
Mereka ingin memberikan pemahaman jika obat yang dijual di apotek tentunya adalah obat yang aman.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



